Select Page


Jeni24 – Di era digital yang semakin canggih ada sebagian orang-orang yang memanfaatkan sebuah kemajuan digital dengan hal-hal negatif seperti menipu dan lain sebagainya. Disini saya akan membagikan pengalaman pribadi yang di alami langsung oleh teman saya sendiri yang hampir saja ditipu.

Jadi, ceritanya teman saya punya sebuah online shope di akun instagram. Pada malam hari tanggal 21 Oktober 2019 sekitar jam 22.12 WIB, dia dapat pesan via Whatshapp yang berisikan bahwa ada buyer (calon pembeli) yang tertarik dan ingin membeli barang yang diposting oleh teman saya. berikut isi chatnya

awal chat si penipu

awal chat si penipu

Awalnya terlihat meyakinkan sekali seperti pembeli yang ingin membeli barang, lalu si penipu meminta total harga barang plus ongkir. Setelah total harga barang plus ongkir sudah dirincikan juga tak lupa mencantumkan nomor rekening barulah ke anehan dan kejanggalan satu per satu mulai terlihat.

Kejanggalan-kejanggalan yang mulai terlihat

Si penipu bilang kalau dia akan transfer melalui Rekpon (rekening ponsel) BCA. Karena transfer via Rekpon, maka si penipu meminta nomor 16 digit yang ada di kartu ATM si penerima (korban) dengan alasan supaya uang yang di transfer bisa masuk.

Penipupun juga sempat men-screenshoot yang memperlihatkan kolom yang memang harus di isi dengan memasukan nomor 16 digit yang ada dikartu ATM. Berikut isi chatingannya.

penipu meminta 16 digit nomor di kartu atm

penipu meminta 16 digit nomor di kartu atm

Karena merasakan keanehan, teman saya langsung mencari informasi di google apakah benar transfer/transaksi melalui Rekpon BCA harus memasukan nomor 16 digit di kartu ATM. Ternyata nomor 16 digit dikartu ATM, PIN, dan OTP adalah Privasi dan tidak boleh sembarangan diberitahu kepada siapapun meski kepada pihak bank sekalipun. dan FIXXX ini adalah modus penipuan

Lanjut untuk lebih meyakinkan aksinya lagi, si penipu mengirimkan KTP dengan alamat yaitu di kota mataram (saya yakin itu bukan KTP aslinya), saya juga tidak mau melampirkan  KTPnya disini karena takut ada kesalah pahaman pada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Isi chatingan selanjutnya yaitu teman saya meminta si buyer (penipu) untuk melakukan transfer melalui mesin ATM saja dan sertakan bukti transfernya. Si penipu ini banyak banget alesannya dia bilang tidak sempat ke ATM karena sibuk kerja kantoran dan sering rapat (padahal rapat pasti ada jeda untuk istirahat, masa iya gak istirahat yaakann :D.)

chat terakhir si penipu

chat terakhir si penipu

Nomor TLP si Penipu

Nomor TLP si Penipu

Di akhir chat teman saya tetap tidak kasih karena sudah sangat yakin serta jelas bahwa itu adalah modus penipuan.

So buat kalian yang berbisnis melalui online ataupun offline harus lebih berhati-hati dan tetap berfikir dua kali sebelum meng’iya’kan apa yang di minta oleh calon pembeli, karena bisa jadi si calon pembeli punya niat jahat terhadap kita. Semoga kita semua terus dilindungi dan di jauhkan dari hal-hal tersebut. Aamiinnnnn

Sekian informasi tantang Penipuan berkedok Rekpon BCA/Oneklik BCA, Semoga bermanfaat yah 🙂